
Hari Selasa pada jam 7 pagi seperti biasa aku masuk kelas untuk mengikuti pelajaran bahasa Indonesia yang diampu oleh bu Sari. Setiap sebelum selesai pembelajaran bu Sari pasti tak lupa untuk memberikan pesan kata-kata mutiara dan motivasi. Pada kesempatan hari ini pesan yang bu Sari katakan, "Bukalah jendela dunia dengan membaca" lalu bu sari bertanya kepada kami dan memberikan kesempatan untuk mengemukakan pendapat. Bu Sari bertanya, "Kenapa harus membaca untuk membuka jendela dunia?". Lalu disitu aku berfikir dalam hatiku kenapa? Ternyata bukan cuman aku yang tidak bisa menjawab pertanyaan tersebut melainkan semua temanku saat itu juga tidak ada yang berani mengajukan diri untuk memberikan jawabannya. Saat itu, dengan melihat suasana di kelas bu Sari pun langsung memberikan jawabannya. Bu Sari menjawab, "Karena dengan membaca kita bisa mengetahui apa-apa yang tidak pernah kita jumpai ataupun kita lihat artinya dengan cukup membaca kita tidak perlu keluar menjelajahi dunia untuk melihat dan mengetahuinya." bu Sari sambil tersenyum.
Setelah itu, tidak lama kemudian bel istirahat pun berdering dan aku yang duduk santai dikelas mulai merenungi pesan-pesan yang disampaikan bu Sari tadi. Aku pikir untuk membuka jendela dunia kenapa kuncinya harus membaca. Kalau menurutku kuncinya bisa juga dengan menonton siarankan itu lebih asik daripada membaca. Tapi, aku masih bingung kenapa bu Sari bilang membaca ya. Tanpa banyak pikir lagi aku mendatangi temanku yang gemar membaca. Namanya Rudi dia adalah kakak kelasku yang sering kulihat setiap hari berjalan keperpustakaan dan sering membaca buku. Lalu aku bertemu dan bertanya perihal terkait kebingunganku di kelas tadi. Aku bertanya, ”Kak! Kakak suka membaca ya?" Kak Rudi menjawab, "Iya dek, kakak suka membaca, kenapa Dek?" Aku bertanya lagi, "Anu Kak, saya mau bertanya kalau menurut Kakak kenapa untuk membuka endela dunia harus dengan membaca? Tadi dikelas bu Sari memberikan pesan mutiara dan saya pahami kuncinya itu membaca karena dengan membaca kita bisa melihat dunia tanpa harus kesana. Tapi, menurut saya kuncinyakan tidak harus membaca Kak, bisa juga dengan nonton siaran?!". Aku bertanya dengan rada malu kak Rudi tersenyum hampir tertawa. Kak Rudi menjawab, "Hihihi! Kata bu Sari itu sudah betul cuman maksudnya melihat bukan untuk melihat dunia saja. Tapi juga, untuk mengetahui dan mempelajari ilmunya tidak perlu kesana cukup belajar disini tempat tinggalmu dengan membaca buku" kak Rudi sambil tersenyum. Aku bertanya lagi, "ooh, begitu ya Kak. Tapi, dengan menontonkan bisa juga belajar Kak?". Kak Rudi menjawab lagi, "Kalau itu betul juga cuman lebih tepatnya membaca karena kalau dia nggak membaca mana mungkin bisa para penemu menemukan siaran, tv, radio dan sebagainya". Aku menjawab, "Hehehe, betul juga ya Kak. Terima kak ilmunya". Kak Rudi: "Sama-sama".
Tidak lama kemudian bel masuk berbunyi dan akupun kembali ke kelas dari perpustakaan. Duduk dibangku kelas sambil menunggu guru selanjutnya masuk. Aku merenungi lagi apa yang tadi disampaikan kak Rudi. Ternyata dengan membaca bukan sekedar kunci untuk melihat dunia melainkan membuka jendela dunia dengan menggunakan kunci yaitu membaca yang artinya belajar.
0 Komentar